Kamis, 26 Juli 2012

“Organisme Protozoa yang ada di lingkungan kita”


PRAKTIKUM 1
“Organisme Protozoa yang ada di lingkungan kita”
I.  TUJUAN
            Mengidentifikasi dan mendeskripsikan organisme Protista dan menempatkannya pada tingkat klasifikasi yang tepat.
II. DASAR TEORI
A.Protozoa (Protista mirip hewan)
Protozoa merupakan hewan bersel tunggal, berinti sejati (eukariotik) dan tidak memiliki dinding sel. Protozoa berasal dari kata protos yang berarti pertama dan zoo yang berarti hewan pertama.
a. Ciri-ciri dan tempat tinggal
            Ukurannya antara 3-1000 mikron dan merupakan organism mikroskopis bersifat heterotrof. Tempat hidupnya adalah di tempat yang basah serta kaya zat  organik, air tawar, atau air laut sebagai zooplankton, beberapa jenis bersifat parasit dan menyebabkan penyakit pada manusia dan hewan ternak.
            Bentuk tubuh protozoa berbeda-beda pada fase yang berbeda dalam siklus hidupnya. Protozoa memiliki alat gerak yaitu ada yang berupa kaki semu, bulu getar, (cilia) aatau bu;lu cambuk (flagel). Beberapa protozoa memiliki fase vegetative yang bersifat aktif yang disebut tropozoit dan fase dorman dalam bentuk sista. Tropozoit akan aktif mencari makan dan bereproduksi selama kondisi lingkungan memungkinkan. Jika kondisi tidak memungkinkan kehidupan tropozoit mka protozoa akan membentuk sista. Sista merupakan bentuk sel protozoa yang terdehidrasi dan berdinding tebal mirip dengan endospora yang terjadi pada bakteri. Pada saat sista protozoa mampu bertahan hidup dalam lingkungan kering maupaun basah. Pada umumnya berkembangbiak dengan membelah diri.
2.      Bahan yang digunakan :
ü  Rendaman jerami dan air sungai (selama satu minggu),
ü  Preparat awetan Toxoplasma gondai,
ü  Preparat awetan Trichomonas vaginalis,
ü  Preparat awetan Entamoeba histolitica.





III. ALAT dan BAHAN
1.      Alat yang digunakan :
ü  Mikroskop,
ü  Gelas objek,
ü  Gelas penutup,
ü  Botol,
ü  Pipet tetes.
IV. PROSEDUR KERJA
1.      Membuat rendaman jerami berisi air sungai (seminggu sebelum praktikum dimulai).
2.      Setelah seminggu, langkah selanjutnya mengambil setetes air sungai dari rendaman jerami tesebut menggunakan pipet tetes, lalu meneteskannya pada kaca objek dan menutupnya dengan kaca penutup.
3.      Mengamati bentuk protozoa di bawah mikroskop, kemudian menggambar bentuk protozoa yang ditemukan.
4.      Mengamati preparat awetan yaitu  Toxoplasma gondai, Trichomonas vaginalis , Entamoeba histolitica dengan menggunakan mikroskop, kemudian menggambarnya.
5.      Mencocokkan gambar tersebut dengan gambar yang ada di dalam buku dan menulis nama  jenisnya protozoa tersebut.
V. TABEL HASIL PENGAMATAN
No.

Gambar Morfologi dan bagian-bagiannya
Nama Jenis  dan  Kelas

1.




2.




3.




4.





5.








Toxoplasma gondii
 ( Sporozoa )



Trichomonas vaginalis
 ( Flagellata )



Entamoeba histolitica
( Rhizopoda )



Plasmodium malariae
( Sporozoa )




Plasmodium vivax
( Sporozoa )




No.

Gambar Morfologi dan bagian-bagiannya
Nama Jenis dan Kelas

6.








7.








8.











Plasmodium falciparum
( Sporozoa )







Giardia lamblia
( Flagellata )







Mastigophora
( Flagellata )










A.    PERTANYAAN :
1.      Jenis protozoa apa yang paling banyak ditemukan ?
2.      Jelaskan cara perkembangbiakan jenis protozoa yang ditemukan ?
B.     JAWABAN :
1.      Jenis protozoa yang paling banyak ditemukan adalah Sporozoa.
2.      Dijelaskan di pembahasan makalah.





VI. PEMBAHASAN
Klasifikasi Protozoa berdasarkan alat geraknya, dikelompokkan menjadi 4 (empat) kelas, yaitu Rhizopoda (Sarcodina), Flagellata (Mastigophora), Ciliata (Ciliophora/Infusoria), dan Sporozoa.
Berdasarkan dari hasil praktikum atau hasil pengamatan yang dilakukan untuk mendapatkan berbagai jenis spesies Protozoa, maka didapatkan berbagai spesies dari filum protozoa yang terbagi menjadi 4 kelas tersebut, yang akan dibahas satu persatu .
A.    Kelas Sporozoa
Seluruh anggota dari Sporozoa tidak memiliki alat gerak dan bersifat parasit, tubuh berbentuk bulat atau bulat panjang. Perkembangbiakan atau siklus hidupnya dapat dibagi atas tiga stadium: (1.)Schizogoni: terbentuk secara membelah dan terjadi setelah menginfeksi inang; (2.)Sporogoni: pembentukan spora di luar inang dan merupakan stadium efektif; dan     (3.) Gamogoni: Tahap pembentukan sel-sel gamet terjadi di dalam tubuh inang perantara atau nyamuk.
 Adapun jenis spesies yang ditemukan serta diamati dari kelas Sporozoa pada praktikum kali ini adalah sebagai berikut :
1.      Toxoplasma gondii
Toxoplasma sendiri merupakan salah satu genus protozoa dari kelas Sporozoa. Sedangkan Toxoplasmosis merupakan penyakit yang disebabkan karena infeksi dari Toxoplasma, terdapat pada manusia dan hewan, seperti kucing, babi, domba, dan kambing, cara penularannya melalui makanan serta minuman yang sudah tercemar kista parasit itu, dan tidak sempurna dimasak. Membuat radang pada hati, paru, otot dan saraf pusat. Begitu pula dengan spesies Toxoplasma gondii, cara penularannya  dengan masuk ke dalam tubuh manusia melalui makanan. Misalnya daging tercemar kista Toxoplasma dari kotoran kucing. Ini semua dapat membahayakan ibu hamil, karena dapat membunuh embrio atau bayi yang lahir menjadi cacat.
2.      Plasmodium malariae
Plasmodium malariae adalah penyebab penyakit malaria pada manusia. Plasmodium masuk ke dalam tubuh manusia melalui gigitan nyamuk Anopheles betina. Plasmodium menyerang sel-sel hati dan eritrosit.
3.         Plasmodium vivax
   Plasmodium vivax adalah penyebab penyakit malaria tertiana dengan sporulasi tiap 48 jam.
4.         Plasmodium falciparum, adalah penyebab penyakit malaria tropika.
 Perkembangbiakan Plasmodium dilakukan dengan cara seksual dan aseksual. Perkembangbiakan secara seksual dilakukan dalam tubuh nyamuk, sedangkan secara aseksual dilakukan di dalam tubuh manusia. Secara seksual, Plasmodium akan membentuk mikrogamet yang akan membuahi makrogamet. Peristiwa ini dinamakan sporogoni dan terjadi di dalam tubuh Anopheles betina. Adapun secara aseksual, Plasmodium akan mengadakan pembelahan secara berulang kali secara mitosis dan berlangsung di dalam tubuh inang dinamakan skizogoni.
B.     Kelas Rhizopoda
Kata Rhizopoda berasal dari kata rhiza yang berarti akar dan podos yang berarti kaki. Ciri khas Rhizopoda, yang sering disebut juga Sarcodina, adalah alat geraknya yang berupa kaki semu (pseudopodia). Kaki semu terbentuk karena adanya aliran sitoplasma, sebagai akibat perubahan sitoplasma dari fase cair (sol) ke fase kental (gel). Gerak yang ditimbulkannya disebut gerak amoeboid.
Adapun jenis spesies yang ditemukan serta diamati dari kelas Rhizopoda pada praktikum kali ini adalah sebagai berikut :
1.      Entamoeba histolitica
Entamoeba histolitica adalah amoeba yang pseudopodianya pendek dan berbentuk gelembung, biasa hidup parasit dalam rongga dan dinding usus manusia, yang menyebabkan penyakit disentri.
C.    Kelas Flagellata
Kelas Flagellata atau Mastigophora mempunyai struktur tubuh yang khas yaitu adanya bulu cambuk (flagellum: tunggal, flagella: jamak). Kelompok ini mempunyai bentuk tubuh tetap karena memiliki selaput elastis yang disebut pelikel. Flagellata dijumpai di laut dan di air tawar. Ada pula yang hidup parasit, namun jarang yang saprofit (parasit).
Adapun jenis spesies yang ditemukan serta diamati dari kelas Flagellata pada praktikum kali ini adalah sebagai berikut :
1.      Trichomonas vaginalis
Trichomonas merupakan salah satu genus protozoa yang memiliki flagella. Trichomonas vaginalis sendiri adalah penyebab penyakit pada alat kelamin wanita dan saluran kelamin pria, terutama pada alat kelamin wanita menyebabkan penyakit keputihan.
2.      Giardia lamblia
Giardia lamblia, parasit di dalam dinding usus halus manusia yang menyebabkan diare berat. Giardiasis ialah penyakit diare yang disebabkan karena infeksi Giardia lamblia.

VII. KESIMPULAN
Dari pembahasan mengenai Protozoa ini dapat diambil kesimpulan bahwa Protozoa merupakan makhluk yang unik. Salah satu alasannya adalah karena Protozoa termasuk Protista yang menyerupai hewan. Kelompok ini mulanya “dibentuk” untuk mengelompokan organisme yang bukan tumbuhan dan bukan hewan. Itulah sebabnya Protozoa disebut organisme seperti hewan (animal like).
Berdasarkan struktur tubuh dan alat geraknya, filum Protozoa dikelompokkan menjadi empat kelas, yaitu Rhizopoda (Sarcodina), Flagellata (Mastigophora), Ciliata (Infusoria), dan Sporozoa.
Secara umum, filum Protozoa lebih banyak merugikan kehidupan manusia. Karena banyak anggota filum ini yang bersifat parasit.
























VIII. DAFTAR PUSTAKA
v  Fitriah Eka, S.Si. 2009. PANDUAN PRAKTIKUM ZOOLOGI. Pusat Laboratorium STAIN CIREBON. CIREBON
v  Sujana Arman, Drs. 2007. KAMUS LENGKAP BIOLOGI. Mega Aksara. Jakarta.
v  http: // www.e-dukasi.net
v  http:// www.wikipedia.id

IX. PENGESAHAN
                                                                       
                                                                                                               Cirebon, Oktober 2009

Asisten Praktikum                                                                                         P r a k t i k a n



   M. Sugeng                                                                                                Rusli Hamzah


Mengetahui,
Dosen Mata Kuliah
Zoologi Avertebrata



Eka Fitiriah, S.Si, M.Pd


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar